Bye Bye Jerawat
Mungkin adalah masalah yang paling membuat frustasi. Selain harus lebih
berhati-hati dalam menggunakan produk, perawatan kulitnya pun tidak mudah.
Namun, ternyata pilihan diet dan gaya hidup mempengaruhi hampir 80% dari
genetik, termasuk kulit berjerawat.Apakah Anda sudah tahu apa penyebab jerawat
di wajah? Jika belum sebaiknya cari tahu dulu dengan berkonsultasi ke dokter
spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK). Biasanya penyebabnya bisa dari luar
(eksternal) dan juga dalam (internal).
Riwayat keluarga, perubahan hormon, dan penyakit
tertentu menjadi faktor internal yang biasanya jadi penyebab jerawat. Sementara
kebersihan wajah, kebiasaan tidur, pola makan, dan penggunaan make up menjadi faktor eksternal yang paling sering
menyebabkan jerawat.
Jika Anda memiliki kulit yang mudah berjerawat (acne prone skin),
yuk ikuti panduan berikut untuk merawatnya.
v
Menjaga kebersihan kulit wajah
Secara umum wajah yang berjerawat biasanya cenderung berminyak. Oleh
karena itu, Anda disarankan untuk rutin mencuci muka dengan pembersih wajah
berbahan dasar BHA yang mengandung asam salisilat sebanyak 2 sampai 3 kali
sehari. Pilihlah produk dengan kandungan BHA tidak lebih dari 2 persen.
Namun, jika Anda memiliki kulit yang kering gunakan pembersih wajah dengan
kandungan PHA.
PHA adalah senyawa turunan AHA yang cenderung ringan dan tidak mengiritasi
seperti AHA dan
BHA.
Produk ini berguna untuk mengelupas sel-sel kulit mati dan meratakan
warna kulit. Gunakan produk yang memiliki kandungan PHA sebesar 4 persen.
Jangan lupa, gunakan dahulu susu pembersih jika sebelumnya Anda
menggunakan make up yang cukup berat.
v
Gunakan toner setelah mencuci muka
Toner berfungsi untuk merawat dan membersihkan sisa-sisa kotoran yang
masih menempel di wajah setelah mencuci muka. Untuk Anda yang memiliki kulit
wajah yang berminyak gunakan toner AHA setelah mencuci muka. Sementara untuk
Anda yang berkulit kering atau sensitif toner berbahan PHA biasanya lebih
cocok.
v Gunakan produk berbahan gel
Untuk Anda si pemilik kulit berminyak sebaiknya
gunakan produk-produk bertekstur gel atau losion yang ringan. Tujuannya, agar
tidak merangsang kelenjar minyak untuk lebih aktif. Untuk memilih produk yang
tepat memang susah-susah gampang. Namun, daripada Anda coba-coba produk lebih
baik konsultasikan pada dokter Sp.KK. Pasalnya, kulit yang cenderung mudah
berjerawat biasanya akan langsung mengeluarkan reaksi negatif saat mencoba berbagai
produk baru.
v Tidak begadang
Begadang dan kurang tidur bisa merangsang produksi
hormon kortisol. Hormon yang satu ini dikenal sebagai hormon stres yang bisa
memperparah jerawat dan merangsang terbentuknya jerawat baru. Untuk itu, jika
Anda tidak ingin jerawat muncul dengan mudah di wajah, usahakan untuk tidur
dengan cukup selama kurang lebih 7 jam.
v Hindari makanan dengan indeks glikemik tinggi
Indeks glikemik adalah nilai yang menggambarkan
tentang seberapa cepat makanan bisa memengaruhi kadar gula darah. Semakin besar
nilai indeks glikemik maka akan semakin cepat pula kenaikan kadar gula darah
setelah makan.
Nah, makanan dengan indeks glikemik tinggi (di atas 70) seperti nasi putih, mie instan,
dan makanan manis bisa merangsang peradangan pada kulit. Selain itu, kelompok
makanan ini juga bisa memperbesar kelenjar minyak dan membuatnya lebih aktif
sehingga risiko jerawat pun akan meningkat
Apa
yang harus dilakukan saat jerawat sedang meradang?
Saat jerawat sedang meradang jangan dulu panik atau stres. Sebaiknya,
gunakan produk khusus jerawat seperti BHA, benzoil
peroksida, atau asam azelaic. Berbagai kandungan tersebut membantu
meringankan peradangan dan mengatasi jerawat.
Namun ingat, jangan coba-coba produk dengan mudah berganti-ganti setiap
hari. Pasalnya kulit malah bisa makin meradang dan jerawat pun semakin parah.
Jika setelah menggunakan berbagai obat jerawat Anda tak kunjung membaik,
konsultasikan ke dokter Sp. KK agar bisa ditangani dengan tepat dan tak
bertambah parah.

Komentar
Posting Komentar